Pramuka SMA Negeri 1 Ciruas Gelar Pengujian dan Pelantikan Bantara–Laksana Bentuk Pemimpin Muda yang Tangguh

Gugusdepan Serang 05-095 dan 05-96 pangkalan SMA Negeri 1 Ciruas Ambalan Pangeran Aryadillah dan Nyi Ageng Serang (Pradiyasa). sukses menyelenggarakan kegiatan Pengujian, Pengembaraan dan Pelantikan Penegak Bantara dan Laksana. berlangsung selama dua hari, Jum’at hingga Sabtu 13 hingga 14 Februari 2025, dan diikuti oleh 40 peserta. Untuk Calon Pramuka Penegak Bantara terdiri dari Peserta Didik Kelas X yang memenuhi syarat sebanyak 23 orang, sedangkan Calon Penegak Laksana merupakan Peserta Didik Kelas XI yang juga telah memenuhi syarat sebanyak 17 Orang.
Dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia, terutama bagi kaum muda yang menjadi anggota Gerakan Pramuka, diterapkan beberapa metode kepramukaan antara lain sistem tanda kecakapan. Sistem Tanda Kecakapan Gerakan Pramuka, khususnya Pramuka Penegak meliputi:
1. Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) untuk mencapai tanda kecakapan umum, yang terdiri dari dua jenjang yaitu Bantara dan Laksana.
2. Syarat-syarat Kecakapan Khusus (SKK) untuk mencapai tanda kecakapan khusus.
Pramuka Penegak dalam proses revitalisasi dewasa ini telah memiliki SKU yang disesuaikan dengan tuntutan dan kemajuan teknologi, informasi, dan pembangunan masyarakat. Agar SKU Pramuka Penegak dapat dilaksanakan dengan tepat guna dan hasil guna, diperlukan panduan yang baik untuk menyelesaikan SKU-nya. Pencapaian Syarat Kecakapan Umum Penegak Bantara dan Laksana merupakan sebuah barometer atas keberhasilan proses pembinaan dan sebagai cikal bakal pemimpin Gerakan Pramuka khususnya di SMA Negeri 1 Ciruas.
Pada Jumat, 13 Februari 2026 telah dilaksanakan kegiatan upacara pembukaan kegiatan Pengujian Pelantikan Calon Bantara dan Laksana yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 13.50 WIB di Gedung Serbaguna Guna (GSG) Suparman Hakim di lingkungan SMA Negeri 1 Ciruas. Upacara ini dibuka langsung oleh Kak Mabigus, Mulyadi, S.Pd. didampingi Ketua Gugus Depan Bahrudin, S.Hum, M.Pd Pembina Pramuka Putri Kak Nitta Febriani, S.Pd.

Dalam sambutan Mabigus SMA Negeri 1 Ciruas, Kak Mulyadi, S.Pd. menyampaikan harapannya terhadap peserta calon Bantara dan Laksana;
“Mudah-mudahan dengan adanya acara ini, tercipta pemimpin-pemimpin muda yang tangguh, mandiri, dan berdedikasi tinggi bagi Pramuka dan masyarakat, Kegiatan pelantikan ini tidak hanya menjadi ajang formal untuk kenaikan tingkat, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter serta penguatan nilai-nilai kepramukaan yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan” Papar Mulyadi, S.Pd.
kegiatan Pengujian dan Pelantikan Pramuka Penegak Bantara dan Laksana kemudian dilanjutkan dengan Kegiatan Pengisian SKU yang sudah secara bertahap dan berkelanjuatan pada setiap latihan rutin mingguan pada hari Rabu dan Sabtu (dua kali Seminggu) dengan kurun waktu 2 bulan. Kemudian, pada hari Sabtu, 14 Februari 2026 pada jam Lima pagi selepas sholat subuh, dilaksanakan kegiatan Pengembaraan dan dirangkaikan dengan napak tilas tokoh Ambalan Pangerana Aryadillah merupakan kegiatan sakral dalam Gerakan Pramuka untuk mengukuhkan anggota baru serta menanamkan nilai-nilai sejarah dan perjuangan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas kepribadian, kepemimpinan, dan kecakapan anggota Pramuka Penegak. Pada tiap Sangga Peserta yang dimulai dari lokasi awal SMA Negeri 1 Ciruas menuju napak tilas lokasi pemakaman tokoh Ambalan Pangerana Aryadillah kemudian menuju lokasi Benteng Speel Wijk beralamat di Link. Pamarican, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemaen dan berakhir kembali di SMA Negeri 1 Ciruas. Dalam pengembaraan tersebut, peserta melewati 4 pos (Menaksir, Pengetahuan, Psikolog dan Halang Rintang).
Puncak rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti prosesi upacara pelantikan dan Pengukuhan kepada semua Calon Penegak Bantara dan Laksana secara bergiliran sesuai tingkatan penegak Bantara kemudian berlanjut tingkat penegak Laksana. ada 17 orang Penegak Laksana dan 23 Penegak Bantara yang dilantik. Upacara resmi pelantikan dan pengukuhan yang melibatkan pembacaan Tri Satya, penyematan tanda Bantara/Laksana, dan pengucapan janji. Tujuan: Membentuk karakter, disiplin, jiwa kepemimpinan, dan kemandirian anggota penegak. Kegiatan kemudian diakhiri dengan upacara penutupan.


